LAPORAN OBSERVASI PERPUSTAKAAN
Di SD SUMBER AGUNG II
Di susun guna untuk memenuhi tugas kelompok
Mata kuliah : Manajemen Perpustakaan
Dosen pengampu : bapak Andi Prastowo Mpd
Nama kelompok
1. Muhammad Ikrom K ( 09480105 )
2. Nia Nur Indah ( 09480106 )
3. Emha Dziaul Haq ( 09480109 )
4. Chandra Devi ( 09480122 )
5. Bayu Cahyo R ( 09480120 )
PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH
FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA
YOGYAKARTA
2012
BAB I
PENDAHULUAN
a. Latar belakang
Demikian banyaknya jumlah perpustakaan yang ada di indonesia, yang setidaknya sama dengan jumlah sekolah yang ada, sementara pengelolaannya pada umunya masih jauh dari yang di harapkan. Hal ini di sebabkan oleh belum adanya pustakawan yang secara khusus mengelola perpustakaan sekolah. Kalaupun sudah ada mereka umumnya adalah seorang guru kelas atau guru bidang studi yang diserahi tugas rangkap untuk mengurus perpustakaan.
Mengacu pada undang-undang nomer 2 tahun 1989 tentang sistem pendidikan nasional yang mengatur penyelenggaraan perpustakaan sekolah. Dimana pada pasal 35 undang-undang tersebut di emukakan bahwa setiap satuan pendidikan jalur pendidikan sekolah, baik yang di selenggarakan oleh masyarakat maupun pemerintah, harus menyediakan sumber-sumber belajar. Dan dalam pasal 36 juga dikemukakan bahwa salah satu sumber belajar yang amat penting tetyapi bukan satu-satunya adalah perpustakaan, yang harus memungkinkan para tenaga kependidikan dan para peserta didik memperoleh kesempatan untuk memperluas dan memperdalam pengetahuan melalui membaca buku dan koleksi lain yang di butuhkan.
b. Rumusan masalah
· Apa itu definisi, fungsi dan tujuan perpustakaan yanga ada di sekolah?.
· Bagaimana bentuk perpustakaan yang ada di SD SUMBER AGUNG II?.
· Bagaimana kondisi perpustakaan di SD SUMBER AGUNG II?.
c. Tujuan penelitian
· Menetahui tentang definisi, fungsi dan tujuan dari perpustakaan
· Mengetahui bentuk perpustakaan yang ada di SD SUMBER AGUNG II baik itu berupa ruang, koleksi, sarana dan prasarana dan pengelolaannya
· Mengetahui kondisi perpustakaan dan dapat memberikan solusi, serta ide-ide kretif yang dapat menunjang perpustakaan lenih baik dari yang telah ada
BAB II
PEMBAHASAN
A. Dasar teori
Secara umum perpustakaan mempuyai arti sebagai sebagai suatu tempat yang didalamnya terdapat kegiatan penghimpunan, pengulahan, dan penyebarluasan (pelayanan) segala macam informasi, baik yang tercetak maupun yang terekam dalam berbagai media seperti buku, majalah, surat kabar, film, kaset, tape recorder, vidio, komputer, dan lain-lain. Semua koleksi sumber informasi berdasarkan sistem tertentu dan dipergunakan untuk kepentingan belajar melalui kegiatan membaca dan mencari informasi bagi segenap masyarakat yang membutuhkannya.[1]
Pengertian lengkapnya perpustakaan sekolah adalah perpustakaan yang ada di sekolah. Diadakannya perpustakaan sekolah adalah untuk tujuan memenuhi kebutuhan informasi bagi masyarakat di lingkungan sekolah yang bersangkutan, khususnya para guru dan murid. Ia berperan sebagai media dan sarana untuk menunjang kegiatan proses belajar mengajar (PBM) di tingkat sekolah. Oleh karena itu, ia merupakan bagian intregral dari progam penyelenggarakan pendidikan tingkat sekolah.
Tujuan didirikannya perpustakaan sekolah tidak terlepas dari tujuan diselenggarakanya pendidikan sekolah secara keseluruhan, yaitu untuk memberikan bekal kemampuan dasar kepada peserta didik (siswa atau murid), serta mempersiapkan mereka untuk mengikuti pendidikan menengah. Dan tujuan jangka panjang diadakanya perpustakaan sekolah adalah untuk menambah dasar-dasar pengetahuan untuk menjadi fondasi bagi perkembangan selanjunya. Dan semua itu mengacu pada pelaksanaan pembangunan jangka panjang negara kita yang lebih menitik beratkan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia. Selain tujuan, perpustakaan juga mempuyai 4 fungsi umum, yaitu edukati, informatif, kreasi dan riset atau penelitian sederhana.
Hal-hal yang menyangkut perpustakaan[2]
a. Koleksi perpustakaan
Yang dimaksud dengan koleksi perpustakaan sekolah adalah sejumlah bahan atau sumber-sumber informasi, baik berupa buku ataupun bahan bukan buku, yang dikelola untuk kepentingan proses belajar mengajar di sekolah yang bersangkutan. Dan koleksi perpustakaan bila dilihat secara fisik yaitu adanya buku-buku, buku disini bermacam-macam jenisnya. Bisa buku yang bermateri fiksi maupun non fiksi. Contoh buku-buku nonfiksi yaitu buku teks atau buku pelajaran, buku teks pelengkap, buku penunjang,buku referens atau rujukan. Contoh buku-buku yang sebagai referens atau rujukan yaitu meliputi kamus, ensiklopedi, buku tahunan, buku pedoman, direktori, almanak, indeks, atlas, dokumen pemerintah. Sedangkan buku yang tergolong fiksi yaitu komik, cerpen dll.
b. Pengadaan koleksi dan teknik/cara pengadaan
Rangkaian kegiatan pengadaan bahan atau koleksi di perpustakaan sekolah ini meliputi kegiatan di perpustakaan sekolah ini meliputi kegiatan pemilihan oleksi dan cara atau teknik pengadaannya. Dasar dari pengadaan koleksi untuk perpustakaan sekolah adalah memperhatikan kebutuhan-kebutuhan segenab anggota masyarakat sekolah yang bersangkutan, terutama para murid dan guru.
Sampai saat ini belum ada ketentuan jelas mengenai komposisi koleksi perpustakaan sekolah, terutama dilihat dari segi jenis-jenis koleksi yang sudah disebutkan dimuka. Karena perpustakaan sekolah masih mengutamakan unsur pembinaan minat baca dan pengembangan daya kreativitas imajinasi serta karakter anak, maka perbandingan antara jenis fiksi dan nonfiksi adalah 60% : 40%.[3]
Teknik pengadaan untuk suatu perpustakaan sekolah merupakan kegiatan rutin yang dilakukan oleh petugas atau pustakawan sekolah ialah dengan melakukan berbagai cara yaitu dengan melalui pembelian, hadiah atau sumbangan, swadaya masyarakat setempat, tukar menukar dari perpustakaan lain, penggandaan koleksi yang ada, dan lain-lain.
c. Pengelolaan koleksi atau pustaka
Secara umum kegiatan pengelolaan koleksi atau bahan pustaka di sebuah perpustakaan dikelompokkan sebagai berikut :
Pengolahan barang berupa buku yaitu dengan cara inventarisasi dilakukan dengan pemeriksaan, pengecapan dan pendaftaran ke buku induk.
d. Ruang, perabotan dan perlengkapan
Ruang perpustakaan merupakan salah satu faktor yang turut memperlancar pelaksanaan tugas-tugas pengelolaan perpustakaan. Tanpa ada ruangan tidak akan dapat menjalankan perpustakaaan dengan berhasil. Kondisi tata ruang perpustakaan sekolah cukup menentukan keberhasilan pengelolaan perpustakaan sekolah tersebut, oleh karena itu ia harus ditata sebaik mungkin supaya dapat menumbuhkan rasa nyaman dan menyenangkan bagi pengunjungnya. Dan menurut perpustakaan Nasional RI, dihitung 3m2 untuk setiap siswa, selanjutnya dikali 10,5 dari populasi siswa sekolah yang bersangkutan. Atau apabila sekolah tidak mempunyai ruang bisa menggu nakan ruangang kelas yang umumnya berukuran 8X7m2 , atau sekitar 56 m2.
Dan perpustakaan yang ideal yang ada di sekolah harus memenuhi syarat-syarat sebagi berikut:[4]
1. Pintu masuk dan keluar yang digunakan untuk lalu lintas pengunjung perpustakaan hanya satu, yakni pintu yang masuk ke sebagian peminjaman. Jika ada pintu lain di perpustakaan tersebut maka jadikanlah pintu darurat.
2. Meja peminjaman ditempatkan dekat pintu masuk. Artinya selain sebagai tempat peminjaman jga sebagai pengontrolan terhadap pengunjung, dan meja informasi umum.
3. Lemari katalog ditempatan di sampingan atau didepan meja peminjaman, untuk memudahkan petugas membantu pengunjung yang kesulitan mencari buku.
4. Rak-rak buku berada di pinggir, bergandengan dengan dinding sehingga pengamatan kepadanya dijangkau meja peminjaman.
5. Di sekitar rak buku harus disediakan meja untuk membaca.
6. Ruang referens sebaiknya terpisah dengan koleksi-koleksi yang dipinjamkan dan sebaiknya ditempatkan di bagian belakang, sehingga pembacanya lebih tenang.
7. Penempatan perabot dan perlengkapan lainnya disusun sesuai dengan fungsi dan kondisi.
8. Warna cat seharusnya tidak menyilaukan mata, namun juga tidak suram
9. Dekorasi dibuat sederhana tetapi tetap menarik, atau mempunyai nilai estetika tinggi.
Jenis perabotan dan perlengkapan yang perlu disediakan oleh perpustakaan sekolah sebagaimana ditetapkan oleh perpustakaan Nasional RI (1998/1999) meliputi sepuluh jenis yakni : rak buku, rak majalah, lemari katalog, meja dan kursi sirkulasi, meja dan kursi baca, meja dan kursi petugas jaga, rak surat kabar, rak atlas, dan kamus papan pengumuman dan laci tempat penitipan barang.
e. Pelayanan dan pemeliharaan
Yang dimaksud dengan pelayanan disini adalah proses penyebar luasan segala macam informasi kepada masyarakat luas. Ada beberapa macam bentuk pelayanan di perpustakaan, diantaranya pelayanan meminjam koleksi, pelayanan referens atau informasi, pelayanan bimbingan kepada pembaca, dan pelayanan jam buka perpustakaan.
Sedangkan yang dimaksud pemeliharaan disini adalah tindakan atau kegiatan mencegah, melindungi, dan memperbaiki semua fasilitas, sarana perabotan dan perlengkapan yang ada di perpustakaan, baik perlindungan dari kerusakan oleh sebab-sebab alamiah, maupun kerusakan akibat tangan-tangan usil manusia.
f. Sumber pendanaan
Secara rinci angaaran untuk menyelenggarakan perpustakaan sekolah bisa didapat dari berbagai sumber antara lain: [5]
1) Anggaran rutin dan anggaran pembangunan; bisa berupa dana dari APBN ataupun APBD.
2) Hasil dari swadaya sekolah melalui BP3(persatuan orang tua siswa)
3) Donatur yang baik dan tetap maupun yang tidak tetap
4) Dari sumber lain seperti pungutan suka rela, iuaran tetap anggota, atau pencairan dana dengan cara yang lain yang sah.
B. HASIL OBSERVASI DI SD SUMBER AGUNG II
Obsevasi dilakukan di SD SUMBER AGUNG II BANTUL pada hari senin 5 maret 2012 pada pukul 09.00-12.00 WIB.
Perpustakaan SD Sumber agung II ini dibangun sejak berdirinya sekolah itu sendiri. Tetapi karena kondisi yang sedikit buruk dan kurang nyaman untuk para peserta didik dalam proses belajar mereka maka, saat ini SD Sumber agung II melakukan renovasi gedung perpustakaan. Dan karena baru tahap perbaikan, ruang perpustakaan tersebut digabungkan dengan satu ruang kelas. Jadi satu ruang kelas itu terdiri dari 3 bagian, yang pertama digunakan untuk ruangan kelas tempat belajar peserta didik, yang kedua untuk ruang perpustakaan sendiri, dan yang ketiga untuk ruang UKS.
Dengan adanya renovasi tersebut berarti menandakan bahwa perpustakan di SD Sumber agung II ini berkembang dengan baik. Bahkan perpustakaan SD Sumber agung II ini memiliki koleksi 1000 buku lebih, dan setelah gempa mendapat bantuan dari BANK NSP 5 kardus buku. Sistem pengelolaannya saat ini mungkin belum begitu maksimal, dan setelah perpustakaan tersebut sudah jadi, SD Sumber agung II ini memiliki “ Rencana Kegiatan Perpustakaan SD Sumber agung ”. Rencana tersebut yaitu,
· Hari Wajib Belajar Membaca
Hari wajib membaca ini diwajibkan kepada seluruh peserta didik dari kelas 1 sampai dengan kelas 6 dan bekerja sama dengan guru kelas tersebut khususnya guru Bahasa Indonesia. Hal ini dilakukan untuk membudayakan kegiatan membaca. Rencana pelaksanaan hari wajib belajar ini minimal satu minggu sekali.
· Lomba Resensi Buku
Lomba resensi buku ini akan dilaksanakan tiap tahun dengan proses seleksi mengambil 6 finalis dari masing – masing kelas. Dan setiap kelas diambil satu kelas untuk mempresntasikan dihadapan dewan juri.
· Pemilihan The Best Reader
Pada akhir tahun pelajaran pihak sekolah memilih 2 orang siswa putra dan putri, untuk dinobatkan sebagai The Best Reader. Dengan ketentuan kunjungan ke perpustakaan, keaktifan dalam perpustakaan dan kesinambungan membaca.
· Gerakan Wakaf Buku
Kegiatan ini dihimbau untuk semua peserta didik untuk menyumbangkan buku miliknya yang masih layak baca ke sekolah tersebut atau instansi lainnya.
· Motivasi Belajar
Pada akhir tahun pelajaran, perpustakaan mengadakan kegiatan untuk mendatangkan trainer yang bertujuan untuk memotivasi siswa agar menjadi gemar belajar.
Struktur organisasi perpustakaan di SD Sumber agung II dibentuk menjadi 3 Tim kerja. Dan setiap Tim diberi jadwal untuk menangani perpustakaan. Struktur organisasi perpustakaan di SD Sumber agung II ini melakukan perubahan struktur tiap tahun. SD Sumber agung II ini belum memiliki pegawai khusus untuk menangani perpustakaan tersebut. Mereka memanfaatkan guru – guru disana untuk merangkap sebagai petugas perpustakaan atau pustakawan atau pustakawati.
Dibandingkan dengan sekolah lanjutan, secara umum situasi dan kondisi perpustakaan sekolah dasar lebih menyedihkan, dari tkp bahwa di sekolahan tersebut ruang perpustakaannya belum ada (gedung belum jadi masih tahap proses) sehingga harus di dalam kelas 3, di dalam kelas yang berukuran 7x8 itu terbagi menjadi 3 ruang yakni kelas, uks dan perpus itu sendiri. Oleh karena itu ruangan perpus belum begitu ideal untuk mencapai tujuan bersama, ruangan hanya berukuran 3x3 dengan fasilitas yang begitu minim diantaranya almari 3 buah, 1 meja baca gabung dengan neja penjaga (bergabtian), dan satu kursi serta di dalam almari terdapat buku-buku fiksi dan nonfiksi yang tersusun rapi tetapi bercampur antara buku fiksi dan nonfiksi.
Banyak perpustakaaan sekolah yang hanya membuka perpustakaannya hanya pada jam istirahat saja, atau jam kosong. Oleh sebab itu perpustakaan sebagai jantung sekolahan kurang begitu efektif dalam penggunaanya dan kondisi seperti ini kurang menguntungkan bagi kualitas layanan perpustakaan secara keseluruhan. Dikarenakan juga karena status petugas perpustakaan belum jelas apakah dia seorang guru, atau tenaga administrasi atau juga pustakawan sebab masih merangkap-rangkap, belum ada petugas perpustakaan sendiri,sehingga pelayanannya juga kurang maksimal.
Cara pengadaaan koleksi atau pustaka di perpustakaan SD SUMBER AGUNG II melalui pembelian, hadiah atau sumbangan, swadaya masyarakat setempat, tukar menukar dari perpustakaan lain, penggandaan koleksi yang ada, dan lain-lain.
Untuk memelihara dan merawat perpustakaan agar kondisinya tetap terkendali guru yang bertugas dengan cara tindakan preventif dan kuratif, preventif disini yaitu dengan cara membersihkan, membungkus atau memberi sampul buku-buku agar tidak cepet rusak, memasang rambu-rambu (setelah baca harap di kembalikan pada tempatnya), dan membagi jadwal piket perpustakaan yaitu para siswa. Sedangkan dengan cara kuratif yaitu dengan meminta ganti rugi bila ada kerusakan atau buku hilang kepada peminjam, melakukan penjilitan terhadap kulit buku-buku yang rusak atau sobek, dan dengan memasang nomer buku agar biar mempermudah proses pelayanan administrasinya.
Sumber pendanaan perpustakaan SD SUMBER AGUNG II yaitu anggaran dari pemerintah pusat dan daerah, hasil swadaya masyarakat, donatur-donatur dan pencarian dana yang lain dengan cara yang sah.
BAB III
PENUTUP
a. Ulasan
Demikianlah penilitian/observasi ini di lakukan selain untuk memenuhi tugas, juga agar semua pihak-pihak yang terkait mengerti bahwa beginilah potret perpustakaan yang ada di sekolahan. Begitu sederhanannya perpustakaan dan dengan fasilitas-fasilitas yang kurang memadai karena koleksi-koleksi didalamnya juga kurang menunjang untuk menjaci bahan-bahan proses pembelajaran baik itu siswa maupun gurub itu sendiri.
Tetapi patut kita sukuri bahwa semua sekolahan yang ada di indonesia sudah banyak yang memiliki perpustakaan sendiri-sendiri baik tingkat sekolah dasar, sekolah menengah pertama, dan menengah atas. Karena juga sesuai dengan kebijakan pemerintah semua lembaga sekolah baik itu yang di dirikan masyarakat maupun negara harus memiliki perpustakaan sekolah sendiri.
b. Kritik dan saran
Manusia memang makluk allah yang paling sempurna tetapi secara fisik, tetapi tidak ada manusia yang paling sempurna secara lahir kecuali nabi Muhammad SAW. Pleh sebab itu krit dan saran yang mendukukng dari para shabat-sahabat pembaca sangat kita harapkan untuk menyusun konsep dan format riset yang lebih baik. Dari kami apabila ada salah dalam penulisan maupun bahasa mohan di maafkan.
DAFTAR PUSTAKA
v Suhendar, yaya., dkk
2007.Pedoman penyelenggarakan sekolah..kencana.Jakarta
v Sulistyo-basuki.,
1994.periodisasi perpustakaan indonesia.rosda group.Bandung
v Nasution, A. S, dkk.,
1984.Perpustakaan sekolah. Pusat pembinaan perpustakaan Depdikbud. Jakarta
v Trimo, soejono.
1985, Pedoman pelaksanaan perpustakaan. Remadja karya,. Bandung
[1] Suhendar yaya dkk. Pedoman peyelenggaraan perpustakaan sekolah.hlm 2-3
[2] Sulistyo-basuki.periodisasi perpustakaan indonesia.hlm 57
[3] Suhendar yaya dkk. Pedoman peyelenggaraan perpustakaan sekolah.hlm 33
[4] Nasution,A. A.,dkk. Perpustakaan sekolah. Hlm 90
[5] Trimo sujono. Pedoman pelaksanaan perpustakaan. Hlm 103




0 komentar:
Posting Komentar